Laman

Minggu, 07 Oktober 2012

pola jahitan dan jenis benang

POLA JAHITAN

  1. Absorbable Suture Material :

1. Alami (Natural) :
A. Plain Cat Gut : dibuat dari bahan kolagen sapi atau domba daya serap 7-19 hari dan akan diabsorbsi secara sempurna dalam waktu 70 hari.
B. Chromic Cat Gut : dibuat dari bahan yg sama tetapi dilapisi atau direndam dengan garam Chromium untuk memperpanjang waktu absorbsinya sampai 90 hari
2. Buatan (Synthetic)
A. Poliglactin (Vicryl atau Safil) 
B. Polyglycapron (Monocryl atau Monosyn)
C. Polydioxanone (PDS II)

Benang jenis ini mempunyai daya pengikat lebih lama, yaitu 2-3 minggu, diserap secara lengkap dalam waktu 90-120 hari Ukuran benang ASM terdiri dari: 00000, 0000, 000, 00, 0, 1, 2, 3, 4, …

Absorbable Suture material terdiri dari beberapa macam  type:
A. Type A atau Plain cat gut
B. Type B atau Mild Cromic gut
C. Type C atau Medium Cromic gut
D. Type D atau Extra Cromic gut

B.
Non Absorbable Suture Material :
1. Capillary contohnya:
u Sutera (Alami atau natural terbuat dari protein organik fibroin, yang terkandung dalam serabut sutera hasil produksi ulat sutra
u Catton (Buatan atau Synthetic)
2. Non Capillary contohnya:
u Nilon (Ethilon atau Dermalon)
u Polyester (Mersilene)
u Polypropylene (Prolene)
u Stainless steel
u Metal
 
Pola Jahitan
A.  Simple Interupted Suture
    pola jahitan yang selalu diputus setiap simpul dibuat. Keuntungan Jahitan Simple Interupted karena jika salah satu jahitan terputus atau terlepas maka jahitan lainnya tidak akan terpengaruh.Kekurangan : membutuhkan waktu yang lebih banyak, membutuhkan jumlah benang yang banyak, banyaknya lipatan simpul yang tidak diperlukan.
1. Simple Interupted Suture
    • untuk merapatkan lapisan luka
    • Pola ini biasanya digunakan untuk luka pada kulit, jaringan penyambung bawah kulit atau pada organ yag tidak rapuh atau terlalu tipis
    • Simpul yang dibuat harus pada salah satu sisi dan tidak pada garis insisi
    • Titik penusukkan jarum pada lapisan luka biasanya 1 sampai 8 inci (2 hingga 3mm) dari garis insisi.
2. Horizontal Mattrass Suture
   dilakukan pada kulit yang sangat tipis, untuk mencegah kulit melipat ke dalam (inverted), pada organ yang rapuh
3. Vertical  Mattrass Suture
    Jahitan ini hannya digunakan pada kulit yang tipis untuk mencegah kulit inversi kedalam
4. Lembert Interrupted Suture
    Jahitan ini sering digunakan pada usus, uterus dan gastrium. Jahitan dilakukan menembus serosa dan muskuler dan selaput submukosa tetapi tidak melalui membran muosa

5. Halsteed Suture
 
6. Pola Crushing atau Gambee (Crushing suture)
  Adalah pola jahitan menerus dan penyimpulan dilakukkan pada akhir jahitan 

Keuntungan Jahitan Continuous Suture :
u membutuhkan jumlah benang yang sedikit
u membutuhkan waktu yang sedikit dalam menjahit
u Tidak banyak lipatan simpul yang buat
Kekurangan :
u jika salah satu jahitan terputus atau terlepas maka jahitan lainnya akan terpengaruh.
u Tidak baik digunakan pada daerah yang mempunyai renggangan kuat
Macam-macam pola jahitan Continuous :
1. Pola menerus sederhana (Simple continous suture /Furrier’s suture)
2. Continuous mattrass Suture
3. Pola Lambert menerus (Continous Lambert’s suture)
4. Pola jahitan menerus terkunci (Continous lock    stitch).
5. Parker- Kerr Suture
6. Pure-String Suture

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar